Situs Agen Judi Bola Piala Eropa 2020

March 8th, 2020 by staroverlondon

Situs Agen Judi Bola Piala Eropa 2020 – Indoxbet merupakan situs judi bola piala eropa 2020 terbaik dan terpercaya. Keberhasilan indoxbet tidak terlepas dari peran serta member yang sampai sekarang masih mempercayai indoxbet sebagai situs judi bola dan situs judi slot online. Untuk anda yang belum bergabung bersama indoxbet, segera langsung registrasi dan buat account serta dapatkan berbagai promo new member dan juga promo yang telah menunggu kalian.

Euro 2020 sebentar lagi akan berlangsung. Pada tanggal 12 juni 2020 sampai dengan 12 juli 2020 gelaran piala eropa 2020 atau lebih sering dikenal dengan EURO 2020 akan berlangsung selama 1 bulan.Euro 2020 bertepatan dengan ulang tahun nya yang ke 60 dan ini merupakan gelaran ke 16 kalinya turnamen bergengsi di eropa. Untuk pertama kalinya Piala Eropa akan digelar serentak di 12 negara dengan 12 kota yang berbeda dan 12 stadium yang berbeda serta untuk pertama kalinya diterapkan VAR dan tuan rumah tidak akan langsung maju ke babak selanjutnya.

12 Negara 12 Kota 12 Stadium

Dibawah ini adalah 12 negara, 12 kota dan 12 stadium dan kapasitas stadium tempat akan berlangsungnya piala eropa 2020 :

  • Inggris, London Wembley Stadium Kapasitas: 90.000.
  • Jerman, München Allianz Arena Kapasitas: 75.000.
  • Italia, Roma Stadio Olimpico Kapasitas: 72.698.
  • Azerbaijan, Baku Olympic Stadium Kapasitas: 68.700.
  • Rusia, Sankt-Peterburg Krestovsky Stadium Kapasitas: 68.134.
  • Rumania, Bukares Arena Națională Kapasitas: 55.600.
  • Belanda, Amsterdam Johan Cruyff Arena Kapasitas: 54.990.
  • Irlandia, Dublin Aviva Stadium Kapasitas: 51.700.
  • Spanyol, Bilbao San Mamés Kapasitas: 53.332.
  • Hongaria, Budapest Puskás Aréna Kapasitas: 67.889,
  • Skotlandia, Glasgow Hampden Park Kapasitas: 52.063.
  • Denmark, Kopenhagen Parken Stadium Kapasitas: 38.065.

Kick off perdana akan berlangsung di stadion Olimpico Roma dan pertandingan final akan dilaksanakan di Inggris, London Wembley Stadium Kapasitas: 90.000.

Situs Judi Bola Online Piala Eropa 2020 Terpercaya & Terbesar Di Indonesia

Indoxbet

Ciri Ciri Agen Judi Bola Terpercaya

Dibawah ini akan kami berikan ciri ciri agen judi bola terpercaya yang bisa kalian jadikan sebagai sebuah pedoman dalam memilih bandar judi bola piala eropa 2020 nantinya :

  • Terangking di Google

Sudah seharusnya sebuah situs yang bisa di percaya memiliki ranking yang baik di mata google. Hal ini tentunya memerlukan dana dan biaya yang cukup besar untuk meranking kw kw yang memang dirasa agak berat untuk di optimasi

  • Tampilan Situs Menarik dan Stabil

Agen judi bola terpercaya harus memiliki keamanan situs dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Dan juga tentunya menawarkan tampilan yang bisa membuat membernya menjadi nyaman saat berselancar di situs judi bola tersebut. Tentunya agen judi bola harus memiliki tim IT yang bisa memberikan kenyamanan dalam sisi tampilan website.

  • Keuangan yang Sehat

Saat anda melakukan withdraw, CS dari situs judi bola dengan sigap dapat melayani semua kemenangan taruhan anda dan tidak mencari alasan bahwa uang kemenangan anda tidak bisa di cairkan. Keuangan yang sehat dapat dilihat juga dari sisi promosi dari situs judi bola tersebut. Keuangan yang sehat tentunya sang bandar akan mempromosikan situs nya dimana saja.

Kesemuanya dapat kalian peroleh di situs judi bola online piala eropa 2020 Indoxbet. Indoxbet memberikan semua dan siap melayani anda mulai dari saat pembuatan id hingga proses withdraw kemenangan kamu.

  • Comments Off on Situs Agen Judi Bola Piala Eropa 2020
  • Posted in News

Profil Artem Dzyuba Keran Goal Rusia di Piala Eropa 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Artem Dzyuba – Rusia pada akhirnya mampu memastikan tempat untuk lolos ke ajang Piala Eropa 2020. Mereka dipastikan akan bergabung dengan grup B. Rusia bergabung dengan penghuni grup B lainnya yaitu, Denmark, Finlandia dan Belgia. Rusia sendiri sebelumnya mampu lolos sebagai runner-up grup I di ajang kualifikasi Piala Eropa 2020. Mereka hanya kalah dari Belgia yang berhasil menjuarai grup I. Rusia sendiri bergabung bersama dengan Belgia, Skotlandia, Siprus, Kazakhstan serta San Marino.

Profil Artem DzyubaPerforma Rusia di Kualifikasi Piala Eropa 2020

Performa Rusia sendiri di kualifikasi Piala Eropa 2020 terbilang cukup apik. Gaya permainan yang diusung oleh Stanislav Cherchesov membuat tim asuhannya mampu lolos sebagai runner-up grup. Sebenarnya Rusia sudah diprediksi akan lolos dari grup I di babak kualifikasi.

Pasalnya, persaingan untuk lolos dari grup I tidak terlalu ketat. Hanya Belgia lah satu-satunya lawan yang sulit bagi Rusia. Selebihnya, mereka bukanlah tim yang dihuni oleh pemain-pemain top Eropa.

Rusia mampu lolos sebagai runner-up grup dengan torehan 24 poin dari 10 pertandingan yang dijalani. Mereka mampu meraih 8 kali kemenangan serta dua kali kekalahan. Dua kekalahan yang diraih Rusia didapat saat menghadapi Belgia.

Gaya main menyerang yang diusung oleh sang pelatih, Stanislav Cherchesov. Membuat Rusia menjadi salah satu tim yang produktif dalam urusan mencetak gol. Selama babak kualifikasi Rusia sudah membukukan 33 gol.

Sedangkan pertahanan mereka hanya kebobolan sebanyak 8 gol dari seluruh lagu yang dimainkan. Tentu catatan tersebut terbilang sangat luar biasa. Gaya main menyerang dari Rusia mampu menyulitkan lawan-lawannya.

Salah satu pemain yang patut disoroti pada keberhasilan Rusia lolos ke piala Eropa 2020 adalah sang kapten, Artem Dzyuba. dirinya menjadi salah satu pemain yang paling berperan penting bagi Rusia mendapatkan tiket lolos ke piala Eropa 2020.

Bergabung di grup B pada ajang Piala Eropa 2020 tentu membuat tim asuhan Stanislav Cherchesov harus bekerja keras. Pasalnya mereka akan menghadapi tim kuat seperti Belgia dan Denmark. Selain itu, Finlandia tidak boleh dianggap remeh. Mereka memiliki penyerang yang cukup mematikan, Teemu Pukki.

Peran Penting Dzyuba Antar Rusia Lolos ke Piala Eropa 2020

Artem Dzyuba menjadi pemain yang cukup subur bagi Rusia di babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Di mana Dirinya mampu mengemas total 9 gol dari 10 laga yang dimainkan bersama Rusia. Dirinya menjadi top skor bagi Timnas Rusia di babak kualifikasi Piala Eropa 2020.

Berkat peran pentingnya tersebut, Rusia mampu lolos dengan status runner up grup. Kepercayaan seorang Stanislav Cherchesov yang memilih dirinya sebagai kapten tim terbilang tepat. Artem Dzyuba mampu membuktikan bahwa dirinya layak mengemban tugas tersebut.

Selain menjadi pencetak gol terbanyak bagi Rusia, Artem Dzyuba juga menjadi pencetak assist terbanyak. Sebanyak 10 pertandingan yang ia mainkan, Dzyuba mampu mengemas 5 assist secara total.

Tentunya pada ajang Piala Eropa 2020 kepemimpinan serta pengalaman yang dimiliki olehnya diharap mampu membantu para pemain muda Rusia. Dirinya memang sudah sangat mengenal tentang persepakbolaan di kancah internasional, terutama di ajang Piala Eropa.

Perjalanan Karir Artem Dzyuba

Artem Dzyuba dilahirkan pada 22 Agustus 1988, dirinya dilahirkan di ibukota Rusia, Moskow. Artem Dzyuba memang sejak kecil ingin menjadi seorang pesepakbola. Karir sepakbolanya dimulai ketika dirinya bergabung bersama dengan akademi Spartak Moskow.

Sepanjang karirnya Artem Dzyuba hanya bermain di Liga Rusia. Dirinya memulai karir seniornya ketika membela Spartak Moskow di musim 2006/2007. Ia menghabiskan kurang lebih 2 tahun bersama dengan Spartak Moskow dan mampu mengemas 164 penampilan, dan mencetak 38 gol serta 23 assist.

Artem Dzyuba akhirnya memutuskan pindah pada 1 Agustus 2009. Dirinya resmi didatangkan oleh salah satu klub Rusia, Tom Tomsk dengan status pinjaman. Bersama klub barunya Artem Dzyuba mampu membukukan 35 penampilan, mencetak 14 gol serta 7 assist.

Setelah peminjaman Artem Dzyuba berakhir bersama dengan Tom Tomsk, dirinya kembali dipinjamkan oleh Spartak Moskow ke klub Rusia lainnya, FC Rostov. Ia berlabuh ke FC Rostov pada 1 Juli 2013.

Bersama dengan FC Rostov, Artem Dzyuba mampu mengemas 43 penampilan, dan dirinya mampu melesakkan 20 gol serta 5 assist. Performanya bersama dengan FK Rostov dinilai sangat mengagumkan.

Dan pada akhirnya kontraknya bersama Spartak Moscow berakhir pada 1 Juli 2015. Tidak perlu menunggu waktu lama, setelah meninggalkan Spartak Moscow, Artem Dzyuba dikontrak oleh Zenit saint Petersburg.

Bersama dengan Zenit dirinya sempat dipinjamkan pada musim 2017/2018. Zenit meminjamkan Artem Dzyuba ke klub Rusia lainnya yang bernama Arsenal Tula. Di Arsenal Tula Artem Dzyuba hanya mampu mencatatkan 10 penampilan, mencetak enam gol serta tiga assist.

Saat ini dirinya melanjutkan karirnya bersama dengan Zenit saint Petersburg. Bersama dengan Zenit dirinya sudah membukukan 165 penampilan, mencetak 65 gol dan 47 assist. Performa gemilangnya tersebut tentu membuat Stanislav Cherchesov mempercayakan ban kapten Timnas Rusia kepadanya.

Di musim ini penampilan Artem Dzyuba sedang dalam puncak performanya. Dirinya mampu mengemas 11 gol dari 19 penampilan yang telah dimainkannya di Liga primer Rusia. Selain itu, Artem Dzyuba juga mampu mengemas 9 assist di Liga primer Rusia musim ini.

Perjalanan Karir Artem Dzyuba Bersama Timnas Rusia

Artem Dzyuba dinilai sebagai pemain berbakat oleh banyak orang. Dirinya menimba ilmu bersama dengan Spartak Moscow ketika muda. Di usia muda dirinya mendapatkan kesempatan untuk membela Timnas Rusia U18.

Membela Timnas Rusia u-18 merupakan awal karirnya bersama dengan Timnas Rusia. Dirinya mampu mencatatkan 10 penampilan kala itu dan mengemas total 8 gol. Berkat performanya yang gemilang dirinya mulai dikenal di tanah Rusia.

Artem Dzyuba kembali mendapatkan kesempatan untuk membela Timnas Rusia. Kala itu dirinya dipanggil untuk membela Russia u-19. Pengalamannya bersama timnas Rusia u-18 serta performa impresifnya kala itu membuat dirinya kembali mendapat kesempatan.

Bersama Rusia u-19, Artem Dzyuba mampu membukukan 12 pertandingan dan mencetak total 7 gol. Dirinya bahkan dianggap sebagai salah satu penyerang liar di kotak penalti lawan.

Selanjutnya Timnas Rusia u-21 yang memanggil Artem Dzyuba. Performa Dzyuba ketika membela Timnas usia u-19 dinilai sangat luar biasa. Bersama timnas Rusia u-21 yang mencatatkan 7 kali penampilan dan menceploskan 3 gol.

Dzyuba pada akhirnya mendapat panggilan dari skuad utama Timnas Rusia. Dirinya memulai debut bersama timnas Rusia senior saat berusia 23 tahun. Kala itu manajer Timnas Rusia, Dick Advocaat memutuskan untuk memasukkan dirinya ke dalam daftar pemain.

Hingga saat ini Artem Dzyuba menjadi penyerang andalan di Timnas Rusia. Dirinya selalu tampil dalam kancah internasional yang diikuti oleh Timnas Rusia. Secara total Artem Dzyuba sudah membukukan 42 penampilan bersama timnas Rusia.

Dari total penampilannya tersebut dirinya mampu mencetak 24 gol. Itu tentu sebuah torehan yang luar biasa bagi sang pemain. Saat ini dirinya hanya akan fokus untuk membawa Timnas Rusia melangkah lebih jauh di Piala Eropa 2020.

Kepercayaan Stanislav Cherchesov kepada dirinya untuk memimpin rekan satu timnya bersaing di Piala Eropa 2020 terbilang tepat. Pengalaman yang sudah dimilikinya dan pengetahuannya mengenai sepak bola tentu sangat dibutuhkan oleh Stanislav Cherchesov.

Gabung bersama Indoxbet yang merupakan situs judi bola piala eropa 2020 terbaik dan terpercaya.

  • Comments Off on Profil Artem Dzyuba Keran Goal Rusia di Piala Eropa 2020
  • Posted in News

Profil Eden Hazard Playmaker Top Belgia di Euro 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Eden Hazard Playmaker Top Belgia di Euro 2020 – Belgia telah memastikan tempat untuk lolos ke Piala Eropa 2020. Di mana mereka akan bergabung di grup B. Belgia akan bergabung dengan Denmark, Finlandia serta Rusia yang akan bersaing dengan mereka untuk lolos ke babak selanjutnya. Keberhasilan Belgia untuk lolos ke piala Eropa 2020 tak lepas dari salah satu peran pemain kuncinya, Eden Hazard. Dirinya tampil sangat luar biasa sepanjang kualifikasi Piala Eropa 2020 bersama dengan Belgia.

profil eden hazard

Perjalanan Timnas Belgia Sepanjang Babak Kualifikasi Piala Eropa 2020

Belgia saat ini menjadi salah satu tim unggulan di ajang Piala Eropa 2020. Sebab, selama babak kualifikasi mereka menampilkan performa yang luar biasa. Belgia mampu menyapu bersih kemenangan sepanjang babak kualifikasi di grup I.

Belgia bersama Italia menjadi tim yang mampu meraih seratus persen kemenangan. Tentunya catatan tersebut menunjukkan bahwa Belgia merupakan penantang gelar serius di Piala Eropa 2020.

Bicara soal produktivitas, Belgia menjadi salah satu yang terdepan. Sepanjang babak kualifikasi mereka mampu mencetak empat puluh gol dari sepuluh laga yang dimainkan. Pertahanan mereka pun tak kalah kokoh.

Belgia hanya kebobolan sebanyak tiga kali sepanjang kualifikasi Piala Eropa 2020. Performa impresif tersebut tentu membuat Tim asuhan Roberto Martinez menjadi tim unggulan di Piala Eropa 2020.

Statistik Eden Hazard Sepanjang Kualifikasi Euro 2020

Eden Hazard menjadi salah satu pemain yang selalu diandalkan oleh Roberto Martinez di kualifikasi Piala Eropa 2020. Dia dianggap sebagai pemain kunci dan pemain penting bagi Belgia sepanjang babak kualifikasi.

Tentunya hal tersebut sangat layak disematkan kepada Eden Hazard. Pasalnya Eden Hazard adalah kapten dari Timnas Belgia saat ini. Tentunya tidak mengherankan jika perannya bersama Belgia terbilang sangat vital.

Sepanjang gelaran kualifikasi Piala Eropa, Eden Hazard telah membukukan delapan penampilan bersama timnas Belgia. Dirinya yang berposisi sebagai pemain sayap mampu mengemas lima gol selama babak kualifikasi.

Selain mahir dalam mencetak gol Eden Hazard pun mampu mencatatkan tujuh assist selama babak kualifikasi tersebut. Tentunya statistik tersebut menunjukkan bahwa Eden Hazard merupakan sosok yang penting bagi permainan Belgia.

Berkat penampilan impresifnya tersebut Belgia mampu lolos sebagai juara grup I. Mereka berhasil membukukan tiga puluh poin dari sepuluh penampilan. Dimana sepanjang babak kualifikasi Belgia mampu meraih sepuluh kemenangan tanpa hasil imbang dan kekalahan.

Profil Eden Hazard

Pemain yang bernama lengkap Eden Michael Hazard, atau yang lebih dikenal sebagai Eden Hazard menjadi salah satu pemain berbakat di dunia sepak bola. Dirinya bahkan sempat disejajarkan dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Hazard dilahirkan pada 29 tahun silam atau tepatnya pada 7 Januari 1991 di La Louvier, Belgia. Meski dirinya dilahirkan di La Louvier, namun Eden Hazard dibesarkan di Braine La Comte.

Eden Hazard memang terlahir dari keluarga yang berkarir di dunia sepak bola. Sang ayah, Thierry Hazard merupakan seorang gelandang bertahan yang bermain di tim asal La Louvier divisi dua Liga Belgia.

Carine, sang Ibu pun merupakan seorang pesepakbola. Dirinya adalah pesepakbola wanita yang bermain di salah satu klub divisi utama Liga Belgia. Sang ibu yang berposisi sebagai penyerang kala itu melahirkan seorang pesepak bola berbakat bernama Eden Hazard.

Sang Ibu memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola setelah mengandung Eden Hazard selama tiga bulan. Sebagai anak sulung dari Thierry Hazard dan Carine, Eden Hazard memiliki 3 saudara laki-laki. Mereka adalah Thorgan Hazard, Kylian Hazard serta Ethan Hazard.

Cintanya pada sepakbola sejak kecil membuat Eden Hazard sudah mulai mengasah bakatnya dengan berlatih bersama akademi lokal, Royal Stade Braonois. Hazard yang mulai bergabung sejak usia empat tahun kerap kali mendapatkan pujian dari sang pelatih.

Sang pelatih menganggap Eden Hazard memiliki bakat untuk menjadi pemain bintang di masa depan. Hazard berlatih bersama Royal Stade Braonois selama kurang lebih delapan tahun. Pada akhirnya Hazard memutuskan untuk pindah ke Tubize di usianya yang menginjak 13 tahun.

Kepindahannya ke Tubize merupakan awal karir cemerlang Eden Hazard saat ini. Bakat luar biasanya diketahui oleh pemandu bakat dari salah satu klub Prancis, Lille.

Mengetahui bakat luar biasa dari sang pemain, Lille akhirnya memutuskan untuk mengirim penawaran kepada orang tua Hazard. Dan pada akhirnya Hazard bergabung dengan Lille usianya yang menginjak 16 tahun.

Perjalanan Karir Eden Hazard

Lille menjadi klub pertama yang membesarkan nama Eden Hazard di kancah sepakbola. Keputusan Eden Hazard bergabung bersama klub asal Prancis tersebut pada tahun 2005 dinilai tepat. Pasalnya, bersama klub asal Prancis tersebut Hazard mampu berkembang menjadi pemain yang luar biasa.

Hazard pertama kali mendapat kontrak profesionalnya pada 28 Mei 2007. Dirinya dikontrak secara profesional oleh tim yang membesarkannya saat itu, Lille. Di situlah merupakan titik pertama Hazard menjadi pemain profesional.

Debut Hazard bersama Lille dimulai pada saat bertanding menghadapi Nancy, pada tanggal 24 November 2007. Hazard saat itu bermain sebagai pemain pengganti Di menit ke-78.

Sang manajer saat itu Rudi Garcia menilai Eden Hazard memiliki potensi. Pada akhirnya sang manajer memutuskan untuk mempermanenkan Eden Hazard di skuad senior pada musim 2008-2009. Permainan impresif dari Eden Hazard mampu membuat Lille lolos ke Europa League.

Selain itu dirinya pun mampu menyabet gelar sebagai pemain muda terbaik di musim tersebut. Berkat catatan impresifnya serta permainan yang luar biasa membuat dirinya mendapat kesempatan untuk membela Timnas Belgia.

Hazard memulai debutnya di Timnas saat menghadapi Luxembourg pada bulan November 2008. Gol pertama Hazard bersama timnas Belgia tercipta pada saat menghadapi Kazakhstan pada bulan Oktober 2011.

Dirinya sangat mengagumi sosok Zinedine Zidane, pada musim 2009/2010 sang idola meminta Eden Hazard untuk bergabung dengan Real Madrid. Akan tetapi sang pemain menolak permintaan tersebut.

Hazard pada akhirnya memutuskan untuk bertahan di Lille. Keputusan agar bertahan bersama klub asal Prancis tersebut dinilai tepat. Pada akhirnya Hazard berhasil memenangkan gelar pemain muda terbaik Liga Prancis untuk yang kedua kalinya.

Hazard memutuskan untuk pindah ke Chelsea pada musim 2012/2013. Dirinya memperkuat Chelsea selama kurang lebih tujuh musim. Hingga pada akhirnya sang pemain memutuskan untuk bergabung bersama raksasa Spanyol Real Madrid.

Prediksi Kiprah Eden Hazard di Piala Eropa 2020

Bermain di Piala Eropa 2020 dan menjadi kapten dari Timnas Belgia tentu akan memberikan beban tersendiri kepada Eden Hazard. Pemain yang saat ini membela Real Madrid ini tentu sangat ingin merengkuh gelar juara Piala Eropa bersama dengan Timnas Belgia.

Dan di edisi Piala Eropa 2020 saat ini menjadi salah satu peluang terbesar Eden Hazard bersama rekan senegaranya. Kemungkinan sang pemain akan tampil dengan luar biasa di ajang Piala Eropa 2020.

Bermain sebagai tim unggulan tentunya tidak akan mempengaruhi performa Timnas Belgia di atas lapangan. Para pemain tentunya akan lebih fokus untuk meraih kemenangan demi kemenangan demi meraih gelar juara.

Segera bergabung bersama Indoxbet yang merupakan situs judi bola Online piala eropa 2020 terbaik dan terpercaya.

  • Comments Off on Profil Eden Hazard Playmaker Top Belgia di Euro 2020
  • Posted in News

Profil Teemu Pukki Harapan Finlandia di Euro 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Teemu Pukki Harapan Finlandia di Euro 2020– Timnas Finlandia tahun ini berhasil membuat sejarah dengan melangkah ke putaran final Piala Eropa 2020 alias Euro edisi tahun 2020. Ini akan menjadi turnamen akbar pertama bagi tim berjuluk The Eagle-Owls sepanjang sejarah. Finlandia lolos ke putaran final setelah finish di urutan ke-2 babak kualifikasi Grup J, berada satu tempat di bawah Italia.

Profil Teemu PukkiKeberhasilan Finlandia ini tak lepas dari salah satu penyerang yang sempat menjadi sorotan dalam pekan-pekan awal musim 2019/2020, Teemu Pukki. Selain menjadi sorotan bersama Norwich, Pukki juga kerap mencuri perhatian bersama timnas Finlandia. Statistik Pukki bersama Finlandia sangat luar biasa dengan torehan sepuluh gol dari sepuluh penampilan di Grup J.

Menilik tabel klasemen akhir Grup J, selama sepuluh pertandingan, timnas Finlandia mempunyai koleksi 16 gol. Dan sepuluh di antaranya adalah milik Teemu Pukki. Dua lainnya menjadi milik Fredrik Jensen. Sementara empat sisanya adalah milik empat pemain lain dalam skuad asuhan Markku Kanerva.

Kisah Masa Kecil

Bernama lengkap Teemu Eino Antero Pukki, Teemu Pukki dilahirkan pada 29 Maret 1990 di sebuah kota bernama Kotka, Finlandia. Pukki terlahir dari pasangan Tero dan Teija Pukki. Dia adalah anak ke-3 dari tiga bersaudara. Pukki memiliki dua kakak yang semuanya adalah seorang wanita.

Sejak ia masih kecil, orangtua Pukki memang merupakan pecinta sepakbola. Sehingga tak heran jika sang anak pada akhirnya mengikuti hobi kedua orangtuanya tersebut. Setiap hari, Pukki terus mengasah keterampilannya dalam bermain sepakbola, Hingga pada akhirnya, Pukki bermain untuk akademi HOPS (Hovinsaaren Palloseura).

Bersama tim lokal di daerah tempat tinggalnya itulah, Teemu Pukki berusaha mencari gaya bermain dan posisi yang paling cocok untuknya. Hingga pada akhirnya, Pukki merasa nyaman bermain di posisi penyerang. Tak lama usai menimba ilmu di akademi HOPS, Pukki kemudian berlabuh ke klub profesional pertamanya, KTP atau FC KooTeePee.

Tim ini menjadi awal dimulainya perjalanan Teemu Pukki ke kompetisi-kompetisi yang lebih besar di Benua Eropa. Selain itu, performanya gemilangnya bersama KTP U-19 membuat Pukki mendapat panggilan dari timnas junior Finlandia. Saat usianya baru menginjak 16 tahun, Pukki tampil untuk pertama kalinya bersama tim senior KTP.

Karir di Level Klub

Sejak tampil perdana di usia 16 tahun, selama dua musim pertamanya bersama KTP, Pukki catatkan 29 penampilan dan lesatkan tiga gol di ajang domestik Finlandia, Veikausliiga. Karirnya kemudian berlanjut ke Sevilla pada tahun 2008. Namun, di Sevilla, Pukki seakan tak terpakai dan tercatat hanya tampil sekali bersama tim senior Sevilla.

Merasa tak terpakai di Sevilla, Pukki akhirnya pulang kampung dan membela HJK Helsinki selama tahun 2010 hingga 2011. Ia kemudian membantu HJK menangi gelar Veikkausliiga musim 2010 dan 2011, serta gelar Finnish Cup tahun 2011. Selama kurang lebih setahun membela HJK Helsinki, Pukki torehkan 18 gol dari 33 penampilan di semua kompetisi.

Perjalanan Pukki kemudian berlanjut ke tiga klub dari tiga negara berbeda, yakni Schalke 04 (Jerman), Celtic (Skotlandia), dan Brøndby (Denmark). Pukki tercatat tak pernah meraih gelar bersama Schalke. Namun, bersama Celtic dan Brøndby, ia mampu meraih gelar Scottish Premiership 2013/2014 dan Danish Cup 2017/2018.

Kemudian, Inggris menjadi pelabuhan Pukki selanjutnya dengan bergabung bersama Norwich City yang kala itu masih bermain di kasta ke-2, EFL Championship. Ia menandatangani kontrak selama tiga tahun bersama The Canaries pada 30 Juni 2018. Sejak saat itu, Pukki tampil begitu moncer dengan raihan 30 gol dari 43 penampilannya bersama Norwich di musim perdananya.

Karena penampilannya inilah, Pukki mendapat penghargaan Norwich City Player of The Season 2018/2019 dan masuk dalam Championship Team of the Season 2018/2019. Teemu Pukki juga sukses mendapat gelar sepatu emas EFL Championship berkat torehan 29 golnya selama semusim.

Pada awal musim 2019/2020, Pukki yang mengantar timnya promosi ke Liga Inggris kembali membuat sensasi dengan menyabet dua penghargaan Player of The Month di bulan Agustus. Namun, kini Pukki seakan sudah tak lagi subur. Seiring dengan menurunnya intensitas gol Pukki, Norwich juga semakin terpuruk dan kemungkinan akan kembali turun ke kasta ke-2 Inggris.

Timnas Junior Finlandia U-19 dan U-21

Seperti para pemain kebanyakan, Teemu Pukki juga mengawali karir internasionalnya di level junior tim nasional Finlandia. Ia pertama kali tampil untuk membela negaranya di timnas U-19. Setelah beberapa kali tampil bersama timnas Finlandia U-19, Pukki kemudian promosi ke tingkat yang lebih tinggi, yakni timnas Finlandia U-21.

Finlandia U-19 menjadi awal karir internasional Pukki bersama negaranya. Menurut data dari Transfermarkt, Pukki tampil sembilan kali bersama Finlandia U-19. Selama sembilan penampilannya, Pukki mempunyai koleksi tiga gol. Satu dari tiga golnya tersebut lahir ke gawang Austria dalam laga ujicoba pada 17 Mei 2009 silam.

Naik setingkat, Pukki kemudian bermain bersama timnas Finlandia U-21 di ajang kualifikasi dan putaran final UEFA U-21 Championship dan beberapa kali laga persahabatan. Pada Juni 2009, Pukki bersama timnas Finlandia U-21 tampil di ajang European Under-21 Football Championship.

Sayang, di fase grup, The Eagle-Owls muda tergabung dengan tiga lawan berat, yakni Inggris, Jerman dan Spanyol. Alhasil, Finlandia selalu menjadi bulan-bulanan ketiga negara tersebut di Grup B. Finlandia pun harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi ini setelah tersingkir di fase grup.

Rangkuman Karir Bersama Timnas Senior Finlandia

Teemu Pukki mengawali karirnya bersama tim senior Finlandia pada 4 Februari 2009 di bawah asuhan manajer Stuart Baxter. Saat itu, Pukki masih berusia 18 tahun, 10 bulan dan enam hari. Pada penampilan perdananya, Pukki masuk sebagai pemain pengganti saat Finlandia menghadapi Jepang di Tokyo.

Dalam beberapa pertandingan berikutnya, Pukki tak dibawa tim senior karena masih menjalani pertandingan bersama timnas Finlandia U-21. Pukki mulai memperkuat tim senior Finlandia lagi pada tahun 2011. Sejak saat itu, ia menjadi langganan tampil di Finlandia dalam beberapa ajang kualifikasi dan pertandingan persahabatan.

Tampil beberapa kali di ajang kualifikasi, sayangnya Pukki masih belum bisa membawa negaranya tampil di turnamen manapun. Finlandia beberapa kali gagal tampil dalam turnamen-turnamen besar seperti Piala Dunia dan Piala Eropa. Selama periode 2011 hingga 2019, Finlandia tak tampil di ajang Euro 2012 dan 2016, serta Piala Dunia 2014 dan 2018.

Di ajang UEFA Nations League, Pukki mampu tampil apik bersama Finlandia dengan membawa tim ini menjuarai Liga C Grup 2. Penampilan apik juga ditunjukkan oleh pemain berusia 29 tahun tersebut di babak kualifikasi Euro 2020. Catatan sepuluh gol dari sepuluh penampilan membuktikan bahwa ketajaman pemain berusia 29 tahun tersebut belum memudar.

Karenanya, Euro 2020 adalah ajang pembuktian bagi Pukki bahwa dirinya masih tajam dan bukan seperti yang orang bayangkan. Ini adalah pembuktian bagi Pukki karena berhasil mencetak sejarah untuk pertama kalinya tampil bersama Finlandia di turnamen besar. Teemu Pukki akan berjuang agar bisa lolos dari fase grup dengan mengalahkan tiga tim unggulan, yakni Belgia, Denmark dan Rusia.

Mainkan Piala Eropa Euro 2020 Indoxbet yang merupakan situs judi bola EURO 2020 terbaik dan terpercaya.

  • Comments Off on Profil Teemu Pukki Harapan Finlandia di Euro 2020
  • Posted in News

Profil Christian Eriksen Playmaker Denmark di Euro 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Christian Eriksen Playmaker Denmark di Euro 2020 – Denmark sudah memastikan tempat untuk berlaga di ajang Piala Eropa 2020. Mereka akan bergabung di grup B bersama dengan Finlandia, Belgia dan Rusia. Tentunya Denmark Harus bersaing bersama dengan tim lainnya di grup B demi lolos ke fase berikutnya. Keberhasilan Denmark lolos ke piala Eropa 2020 tak lepas dari peran penting sang playmaker Christian Eriksen. Selama babak kualifikasi Eriksen tampil begitu luar biasa bersama dengan Timnas Denmark.

Profil Christian Eriksen

Perjalanan Denmark di Kualifikasi Piala Eropa 2020

Denmark selalu menjadi Tim kuda hitam di ajang Piala Eropa. Dan pada ajang tersebut di tahun ini, Denmark diprediksi akan kembali menjadi Tim kuda hitam. Kehadiran beberapa pemain penting seperti Kasper Dolberg, Andersen dan Eriksen membuat mereka percaya diri untuk lolos ke fase berikutnya.

Di babak kualifikasi sendiri Denmark lolos sebagai runner-up grup D. Mereka bergabung bersama dengan Swiss, Irlandia, Georgia dan Gibraltar. Selama babak kualifikasi Denmark tidak mengalami satupun kekalahan.

Dari delapan pertandingan yang mereka jalani, Denmark mampu mengumpulkan total enam belas poin. Torehan tersebut mereka capai dengan empat kemenangan dan empat kali imbang tanpa mengalami kekalahan sama sekali.

Bicara soal produktivitas Denmark menjadi tim paling produktif di grup D. Mereka mampu melesatkan total dua puluh tiga gol selama babak kualifikasi. Tentunya catatan tersebut menunjukkan agresivitas Lini depan dari Denmark.

Sedangkan Lini belakang mereka terbilang cukup kokoh. Denmark hanya kebobolan sebanyak 6 gol selama babak kualifikasi. Akan tetapi, Lini belakang mereka masih kalah impresif dari penghuni grup D lainnya, Irlandia.

Statistik Eriksen Bersama Denmark di Piala Eropa 2020

Bersama dengan Timnas Denmark Eriksen merupakan sosok yang sangat penting selama babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Oleh karena itu, dirinya akan tetap menjadi pemain andalan bagi Timnas Denmark di Piala Eropa yang akan datang.

Eriksen sering membantu Denmark dalam membangun serangan. Bahkan terkadang dirinya mampu menciptakan gol bagi tim berjuluk dynamite tersebut. Sepanjang babak kualifikasi Piala Eropa, Christian Eriksen tampil sebanyak delapan kali.

Dalam delapan pertandingan yang dijalani Christian Eriksen bersama dengan Denmark, dirinya mampu mengemas lima gol. Dirinya juga mampu mengemas empat assist bersama dengan Timnas Denmark di kualifikasi Piala Eropa.

Melihat statistik tersebut tentunya terlihat bahwa peran dari Christian Eriksen begitu vital bagi Lini tengah Denmark. Visi permainan dari Christian Eriksen sendiri dinilai begitu penting bagi permainan Denmark.

Profil Christian Eriksen

Pada 28 tahun silam lahir seorang pesepak bola asal Denmark yang bernama lengkap Christian Dannemann Eriksen. Dirinya dilahirkan oleh sepasang kekasih yang bernama Thomas Eriksen dan Dorthe Eriksen.

Eriksen lahir pada tanggal 14 Februari 1992 di kota Middlefart, Denmark. Eriksen sejatinya adalah sosok yang pemalu serta penyendiri. Walaupun begitu dirinya sejak kecil memang sudah memiliki mimpi menjadi pesepak bola terkenal.

Eriksen memulai mimpinya sebagai pesepakbola sejak dirinya hampir menginjak usia 3 tahun. Saat itu sang pemain bergabung dengan salah satu akademi di kota kelahirannya, Middlefart. Dirinya bergabung dengan akademi Middlefart G&BK pada tahun 1995.

Eriksen menimba ilmu bersama Middlefart G&BK kurang lebih selama 10 tahun lamanya. Mimpinya menjadi pesepak bola terkenal terus berlanjut hingga akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan Odense Boldklub.

Tentunya kepindahan Eriksen ke Odense Boldklub karena dirinya ingin mencari tantangan baru sebagai seorang pesepakbola. Bersama dengan klub barunya Eriksen berkompetisi di sebuah turnamen sepak bola anak-anak.

Dan saat itu Eriksen mampu membawa klub masa kecilnya sampai babak semifinal. Berkat penampilannya yang luar biasa, bakatnya tercium oleh beberapa pemandu bakat klub top Eropa. Pada usianya yang ke-15 tahun dirinya bahkan sempat berlatih bersama 3 klub raksasa Eropa, klub tersebut adalah Chelsea, AC Milan dan Barcelona.

Ketika mendengar ketika klub tersebut meminati dirinya, Eriksen selalu berlatih keras. Bahkan ketika cuaca tidak mendukung dirinya tetap melakukan latihan demi meningkatkan permainannya. Bahkan sebelum tidur, Eriksen selalu menonton video pemain sepak bola hebat seperti Ryan Giggs, David Beckham dan Zinedine Zidane.

Eriksen selalu ingin bermain seperti ketiga nama tersebut. Ia yakin dengan bakat yang dimilikinya, dirinya mampu bermain seperti 3 legenda sepak bola tersebut.

Christian Eriksen Harus Menerima Kenyataan Pahit Sebagai Pesepakbola

Eriksen harus menerima kenyataan yang sangat pahit kala itu. Dirinya harus menerima penolakan ketika menjalani pelatihan dengan Chelsea, AC Milan maupun Barcelona. Dirinya gagal total, kemampuannya dinilai biasa saja dan tidak memberikan kesan kepada ketiga klub tersebut.

Dari ketiga penolakan tersebut sang ayah menyebut bahwa Chelsea lah yang paling menyakitkan. Chelsea menyebut bahwa Eriksen terlalu lemah dan tidak terlalu bagus. Tentunya komentar tersebut membuat sang ayah marah.

Tak lama setelah itu Chelsea kembali memberikan penawaran terhadap Christian Eriksen. Akan tetapi sang ayah langsung menolak penawaran tersebut, dan menilai Chelsea bukanlah tim yang cocok bagi sang anak.

Ajax Selamatkan Eriksen Dari Kenyataan Pahit

Pada tahun 2008, Ajax Amsterdam datang untuk memberikan penawaran kepada Eriksen. Dan pada akhirnya 1 Januari 2009, Eriksen resmi membela Ajax Amsterdam. Dirinya menimba ilmu di tim muda Ajax, hingga akhirnya dipercaya untuk mengisi skuad utama.

Bersama dengan Ajax, Eriksen mampu memberikan kontribusi yang luar biasa. Dirinya bahkan mampu menyabet gelar pemain terbaik Denmark di tahun 2011. Selain itu dirinya mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik Liga Belanda.

Dirinya mampu mempersembahkan trofi Eredivisi tiga musim berturut-turut bersama Ajax Amsterdam. Tepatnya pada musim 2010/2011, 2011/2012, 2012/2013, 3 gelar tersebut menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain yang berkualitas.

Performa gemilangnya membuat salah satu klub Liga primer Inggris, Tottenham Hotspurs berminat untuk mendatangkannya. Tottenham resmi mendatangkan Eriksen pada tahun 2013 dengan nilai mencapai 11,5 juta euro.

Menjadi Pemain Kunci Bagi Tottenham Hotspur

Bersama dengan Tottenham, dirinya mulai menjadi pesepakbola terkenal. Eriksen bahkan menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia sepak bola. Visi permainannya kerap kali menjadi kunci bagi Tottenham untuk meraih kemenangan.

Bahkan Eriksen dianggap sebagai pemain terbaik bagi Tottenham dalam beberapa musim terakhir. Eriksen diandalkan sebagai pengatur serangan Tottenham kala itu. Umpan-umpan akuratnya seringkali memanjakan para penyerang dari Tottenham.

Pemain asal Denmark tersebut benar-benar menjadi pemain penting bagi tim asal Inggris tersebut. Hingga akhirnya dirinya mendapat penawaran dari beberapa klub top Eropa seperti Barcelona, Juventus dan bahkan Real Madrid.

Namun Eriksen memutuskan untuk mengakhiri kerjasamanya bersama dengan Tottenham pada bursa transfer musim dingin 2020. Dirinya memutuskan untuk berlabuh dengan Inter Milan dengan nilai transfer sebesar 20 juta euro.

Tottenham melepas dirinya ke Inter Milan dengan alasan sang pemain menjadi biang keladi atas buruknya performa Tottenham di liga Premier Inggris. Selain itu, kontraknya akan habis di akhir musim membuat Tottenham harus melepasnya lebih awal.

Bersama dengan Inter Milan tantangan baru tentunya akan dimulai oleh Eriksen. Di bawah asuhan manajer Inter Milan saat ini Antonio Conte, dirinya diharapkan mampu memberikan perubahan di Lini tengah Inter Milan.

Mainkan Piala Eropa Euro 2020 di Indoxbet yang merupakan situs judi bola piala eropa 2020 terbaik dan terpercaya.

  • Comments Off on Profil Christian Eriksen Playmaker Denmark di Euro 2020
  • Posted in News

Profil Granit Xhaka Andalan Swiss di Piala Eropa 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Granit Xhaka Andalan Swiss di Piala Eropa 2020 – Swiss kini telah memastikan diri melangkah ke putaran final Piala Eropa 2020 yang akan digelar di 12 kota dari 12 negara, musim panas nanti. Tim yang dinahkodai Vladimir Petković ini telah mengunci satu tiket ke Euro 2020 usai menjuarai Grup D babak kualifikasi. Nantinya, Swiss akan ditempatkan di Grup A, bersama Italia, Turki dan Wales.

Bicara soal Swiss, tak bisa dipungkiri bahwa salah satu pemain yang berperan penting adalah Granit Xhaka. Sejak tahun 2011, Xhaka tercatat sudah menjadi salah satu andalan tim berjuluk Rossocrociati ini. Di babak kualifikasi Euro 2020 sendiri, gelandang Arsenal tersebut sudah mengemas dua gol dari delapan penampilannya di Grup D.

Gawang Denmark menjadi gawang pertama yang dijebol Xhaka di babak kualifikasi kemarin. Ia menyumbang satu gol saat timnas Swiss ditahan imbang Denmark dengan skor 3-3 secara dramatis. Gol ke-2 nya kemudian lahir dalam pertandingan melawan Gibraltar saat Swiss menang besar 1-6 atas tim juru kunci Grup D tersebut.

Kehidupan Masa Kecil

Basel, adalah tempat di mana Granit Xhaka dilahirkan dan dibesarkan. Xhaka lahir di kota ini pada tanggal 27 September 1992. Keluarganya adalah orang Albania dari daerah Kuršumlija, bagian dari Republik Federal Sosialis Yugoslavia, atau sekarang dikenal dengan Serbia. Saat kecil, ia tumbuh bersama kakak laki-lakinya yang bernama Taulant Xhaka, pemain yang saat ini membela Basel dan timnas Albania.

Semasa kecil, Xhaka harus menerima kenyataan yang cukup berat. Ayahnya yang bernama Ragip adalah seorang tahanan politik. Dahulu, ayah Xhaka ditahan karena mengikuti demonstrasi menentang pemerintah pada tahun 1986. Kemudian, Ragip dijatuhi hukuman enam tahun penjara, namun, ia kemudian dibebaskan pada tahun 1990.

Setelah mengalami masa-masa sulit, keluarga Xhaka kemudian pindah dari Podujevo, Kosovo ke Swiss di tahun yang sama dengan tahun dibebaskannya ayah Xhaka. Bersama Thaulant Xhaka, Granit Xhaka mengawali karir juniornya di Concordia Basel. Kakak-beradik ini bermain di Concordia Basel pada periode tahun 2002.

Selama beberapa tahun berikutnya, Xhaka tercatat membela beberapa klub junior Basel. Saat bersama Basel pula, ia beberapa kali dipanggil oleh timnas Swiss level junior, yakni Swiss U-21. Hingga di awal musim 2010-2011, atas kegemilangannya di tim junior, Xhaka mendapat kepercayaan untuk memperkuat tim utama Basel.

Karir di Level Klub

Sejak awal musim 2010-2011, Granit Xhaka memulai petualangan barunya bersama tim senior Basel. Debut pertama Xhaka terjadi saat Basel bertemu klub Hongaria, Debrecen dalam laga tandang babak kualifikasi Liga Champions. Selama berseragam Basel Xhaka mempersembahkan gelar Swiss Super League secara back-to-back serta gelar Swiss Cup.

Setelah tampil sebanyak 67 kali bersama Basel di semua kompetisi, Xhaka hengkang ke Borussia Mönchengladbach pada 2012. Klub asal Jerman tersebut menawarinya kontrak selama lima tahun setelah menebus Xhaka dengan mahar sekitar 8 juta euro. Namun, pada musim perdananya bersama Gladbach, Xhaka hanya mampu mencetak satu gol dari 29 penampilan di semua kompetisi.

Gladbach sepertinya menjadi tim yang membuat jiwa kepemimpinan Xhaka semakin tumbuh. Pasalnya, Xhaka kerap kali dipercaya menjadi kapten bersama tim berjuluk Die Fohlen ini. Sebelum pindah ke Arsenal di awal musim 2016-2017, Xhaka tercatat punya torehan sembilan gol dan delapan asisst dari 140 penampilannya bersama Gladbach.

Awal musim 2016-2017, Xhaka mulai bergabung dengan klub Inggris, Arsenal setelah ditebus dengan nilai sekitar 30 juta poundsterling. Pada musim pertamanya bersama Meriam London, Xhaka mempersembahkan gelar FA Cup dan Community Shield. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2019, Xhaka dipercaya oleh manajer baru Arsenal, Unai Emery untuk menjadi kapten menggantikan Laurent Koscielny.

Namun, setelah terlibat perseteruan dengan para fans, jabatan kapten Arsenal yang diemban Xhaka kini telah dicopot. Setelahnya, penyerang asal Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang secara resmi ditunjuk sebagai kapten baru Meriam London. Sejak saat itu pula, karirnya di Emirates terancam dan tengah diisukan akan segera meninggalkan London.

Kini, di bawah asuhan manajer Arsenal yang baru, yakni Mikel Arteta, posisi Xhaka juga disebut sedang terancam. Ia diisukan akan segera dilepas Arsenal pada jendela transfer musim panas nanti. Ini artinya, Granit Xhaka kemungkinan akan meninggalkan London usai memperkuat Swiss di ajang Piala Eropa 2020 mendatang.

Penampilan Xhaka Bersama Timnas Junior Swiss

Tercatat sejak tahun 2008 hingga sekarang, Granit Xhaka telah mendapat panggilan dari timnas Swiss, baik di level junior, maupun level senior. Xhaka pertama tampil untuk negaranya di level timnas Swiss U-17. Golnya di partai puncak Piala Dunia U-17 tahun 2009 melawan Nigeria menjadi penentu langkah Swiss dalam menggondol gelar juara ajang ini.

Xhaka kemudian kembali mendapat kesempatan setelah dipanggil oleh skuad timnas Swiss U-21 asuhan Pierluigi Tami. Sebelumnya, Xhaka juga telah tampil memukau dengan torehan tiga gol dari sepuluh laga bersama timnas Swiss U-19 asuhan Martin Trümpler. Bersama skuad Swiss U-21, Xhaka dibawa untuk bermain di babak kualifikasi dan putaran final UEFA U-21 Championship.

Di ajang ini, armada Pierluigi Tami tampil begitu perkasa dengan menjuarai Grup A dengan raihan sembilan poin. Mereka berhasil mengalahkan Belarus, Islandia dan Denmark. Babak semifinal melawan Republik Ceko pun berhasil dilalui Rossocrociati muda dengan baik. Namun, di partai puncak, Swiss harus takluk di tangan Spanyol dengan kekalahan 0-2.

Tim Nasional Senior Swiss

Usai beberapa kali tampil di level junior, Granit Xhaka kemudian mendapat panggilan pertama untuk timnas senior Swiss pada 2011, di bawah asuhan Ottmar Hitzfeld. Sebelumnya, Xhaka sempat dilanda dilema ketika ia harus memilih untuk memperkuat Swiss ataupun memperkuat Albania bersama sang kakak, Thaulant.

Karena Swiss disebut lebih tertarik, Xhaka akhirnya memilih untuk bermain bersama tim ini. Debutnya untuk Swiss terjadi pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2012 melawan Inggris pada Juni 2011. Kemudian, ia terpilih dalam skuad Olimpiade 2012. Namun, ia lebih memilih menetap bersama klub barunya, Gladbach untuk pertandingan pra-musim.

Tiga tahun berselang, Xhaka yang membawa Swiss lolos ke Piala Dunia 2014 ikut dibawa Otmar Hitzfeld dalam skuadnya untuk putaran final di Brazil. Selama menjalani fase grup, Xhaka selalu dimainkan. Namun, langkah Swiss di turnamen empat tahunan ini harus terhenti di tangan Argentina pada babak 16 besar.

Dua tahun setelahnya, Xhaka kembali terpilih untuk mewakili negaranya di ajang Euro 2016. Di laga pembuka, Xhaka bermain menghadapi Albania, tim nasional yang dibela Thaulant Xhaka. Sepanjang turnamen, Xhaka selalu dimainkan. Namun lagi-lagi, langkah Swiss harus terhenti di babak 16 besar setelah takluk dalam drama adu penalti melawan Polandia.

Berikutnya, Xhaka kembali mendapat kepercayaan untuk tampil di ajang Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League. Seakan sudah menjadi tradisi, Swiss lagi-lagi gagal melewati babak 16 besar setelah disingkirkan Swedia. Namun, di ajang Nations Cup, Swiss mampu menjuarai Liga A Grup 2 dengan sembilan poin, berada di atas Belgia dan Islandia.

Hampir sepuluh tahun membela Swiss, Xhaka kini sudah tampil 82 kali dan menorehkan 12 gol di setiap kompetisi yang telah ia ikuti. Kini, pemain yang berposisi sebagai midfielder ini menjadi harapan baru Swiss asuhan Vladimir Petković. Dengan hadirnya Xhaka, Swiss diharapkan mampu setidaknya melewati babak 16 besar Piala Eropa 2020 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Gabung dan menangkan semua taruhan kamu bersama Indoxbet yang merupakan situs judi bola EURO 2020 terbaik dan terpercaya.

  • Comments Off on Profil Granit Xhaka Andalan Swiss di Piala Eropa 2020
  • Posted in News

Profil Gareth Bale Pemain Terbaik Wales di Euro 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Gareth Bale Pemain Terbaik Wales di Euro 2020 – Sempat absen di ajang Piala Dunia 2018, tim nasional yang mempunyai julukan The Dragons, yakni Wales kini telah kembali. Bersama nahkoda anyar, yakni Ryan Giggs, Wales datang dengan para pemain mudanya ke ajang Euro 2020. Wales berhasil meraih satu tiket ke putaran final setelah menjadi runner-up Grup E di bawah Kroasia.

Profil Gareth Bale

Di antara para pemain muda yang dibawa Giggs, terselip satu nama yang dapat dikatakan sebagai legenda Wales. Dia adalah Gareth Bale. Nama Bale tentu sudah tidak asing lagi bagi para penikmat sepakbola, terutama bagi fans tim nasional Wales. Bale kerap disandingkan dengan sang manajer Ryan Giggs dan memiliki nama julukan yang sama, yakni The Welsh Wizard.

Sepanjang babak kualifikasi Grup E, winger Real Madrid tersebut telah dimainkan sebanyak delapan kali. Dari delapan kesempatan tampil, Bale mampu catatkan dua gol. Gol pertama ia cetak ke gawang Azerbaijan saat Wales menang 2-1 pada September 2019. Sementara gol keduanya lahir saat Wales menahan imbang Kroasia di bulan Oktober kemarin.

Kehidupan Masa Kecil

Kisah perjalanan seorang Gareth Bale dimulai dari ibukota Wales, Cardiff yang merupakan tempat kelahiran eks punggawa Tottenham Hotspur tersebut. Bale lahir di kota ini pada tanggal 16 Juli 1989. Ayahnya adalah seorang penjaga sekolah yang bernama Frank. Sedangkan ibunya, Debbie adalah seorang manajer operasional.

Sejak kecil kepiawaian Bale dalam bidang olahraga sudah terlihat begitu menonjol. Bukan hanya dalam dunia sepakbola. Bale juga piawai dalam berbagai olahraga lain seperti rugby, hoki dan cabang-cabang olahraga atletik. Bahkan, di usia 14 tahun, Bale dapat melakukan sprint dengan jarak 100 meter hanya dalam waktu 11,4 detik.

Keahlian Bale di bidang sepakbola tentunya juga tak perlu dipertanyakan lagi. Saking hebatnya Bale, kepala sekolahnya saat itu bahkan sampai membuat aturan khusus untuknya. Selama bermain sepakbola, Bale dilarang memainkan one-touch football dan dilarang menggunakan kaki kirinya untuk menendang.

Berkat ketrampilannya di bidang olahraga selama menempuh pendidikan di sekolahnya, Whitchurch High School, Bale banyak menarik perhatian. Ia akhirnya lulus dari sekolah ini pada tahun 2005 dengan nilai sempurna. Setahun berselang, yakni pada tahun 2006, Bale bergabung bersama Southampton untuk melanjutkan karir sepakbolanya.

Karir di Level Klub

Klub profesional pertama yang dibela Gareth Bale adalah Southampton. Debutnya bersama klub ini dimulai pada 17 April 2006. Saat itu, ia menjadi pemain termuda ke-2 yang bermain bersama Soton setelah Theo Walcott. Bale pada saat itu masih berusia 16 tahun dan 275 hari. Ia mengawali menandai laga debutnya dengan mencetak satu gol ke gawang Millwall.

Southampton bisa dibilang adalah tim pertama yang menemukan bakat Bale. Di tim inilah ia mulai menjadi pemain yang mempunyai spesialisasi tendangan bebas. Beberapa penghargaan juga sempat diraih Bale bersama Southampton. Beberapa media saat itu menyebut bahwa Bale adalah pemain paling kreatif yang dimiliki The Saint.

Pertengahan tahun 2007, Bale kemudian hijrah ke klub Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur. Debutnya untuk tim ini terjadi saat Spurs menghadapi St. Patrick’s Athletic dalam laga ujicoba. Bale kemudian memulai debut kompetitifnya bersama Spurs dalam pertandingan menghadapi Manchester United pada tanggal 26 Agustus 2007 silam.

Bale telah meraih berbagai gelar selama lebih dari lima tahun bersama Spurs. Beberapa di antaranya adalah English League Cup, serta beberapa gelar individu. Bale telah mengoleksi 43 gol dari 146 penampilannya di Liga Primer Inggris. Sementara itu, di semua ajang, ia punya torehan 56 gol dari 203 penampilan bersama Spurs.

Awal tahun 2013, Bale bergabung dengan klub asal Spanyol, Real Madrid dengan memecahkan nilai transfer termahal. Di Madrid, karir Bale semakin bersinar. Beberapa kali ia menjadi sosok pembeda dalam sebuah pertandingan. Bale pernah menjadi pahlawan kemenangan dalam laga final Copa del Rey musim 2013-2014 melawan Barcelona.

Saat bersama Madrid, Bale juga punya peran penting dalam membawa tim ini juara selama tiga musim berturut-turut. Yang paling diingat tentu dua golnya ke gawang Liverpool dalam laga final Liga Champions tahun 2018 di negaranya, Wales. Sayang, Bale kini seakan sudah tak terpakai bersama Madrid dengan baru torehkan tiga gol dari 17 penampilannya sepanjang musim 2019/2020.

Tim Nasional Wales

Sejatinya, karir Gareth Bale bersama tim nasional Wales telah dimulai di level U-17 hingga U-21. Namun, di level ini, pemain yang kini berusia 30 tahun tersebut tak tampil begitu mencolok. Selama membela Wales U-21, Bale hanya ditampilkan dua kali, yakni pada pertandingan melawan Estonia dan Rumania di ajang Kualifikasi Kejuaraan Eropa U-21.

Pada Mei 2006, manajer Wales saat itu, John Toshack membawa Bale dalam skuadnya untuk melakoni laga ujicoba melawan Trinidad dan Tobago. Pada pertandingan itu, Bale tak mencetak gol, namun mampu kreasikan satu assist. Sejak saat itu, Bale kerap dipanggil timnas Wales untuk menghadapi serangkaian laga ujicoba dan kualifikasi Piala Eropa maupun Piala Dunia.

Beberapa pihak kerap membandingkan permainan Bale dengan manajer timnas Wales saat ini, Ryan Giggs. Itulah alasan mengapa ia dijuluki sebagai ‘The Welsh Wizard’ yang juga merupakan julukan Giggs saat ia masih aktif bermain. Sayangnya, magis Bale tak mampu mengantar Wales menuju Piala Dunia 2014, 2010 dan 2018, serta Piala Eropa 2008.

Statistik Bale Bersama Wales

Dalam beberapa kesempatan, seperti di tahun 2010, 2014 dan 2018, Bale gagal membawa Wales ke ajang Piala Dunia. Pun begitu pada tahun 2008 dan 2012. Bale juga gagal membawa tim berjuluk The Dragons tampil di ajang Piala Eropa. Namun, cerita berbeda terjadi di tahun 2016 saat ia membawa Wales tampil di turnamen besar pertama sejak 1956.

Ajang Euro 2016 merupakan turnamen akbar pertama yang dilakoni Bale bersama Wales. Sepanjang turnamen, Bale berhasil ciptakan tiga gol dan mampu mengantar skuad asuhan Chris Coleman hingga ke partai semifinal. Sayangnya, di babak semifinal, Wales harus tersingkir oleh juara saat itu, Portugal.

Petualangan Bale kemudian berlanjut di ajang UEFA Nations League di Liga B, Grup 4. Ia pernah ditunjuk sebagai kapten sebanyak dua kali melawan timnas Denmark. Sepanjang gelaran turnamen ini, Bale mencetak dua gol. Masing-masing ia lesatkan ke gawang Republik Irlandia, dan Denmark.

Ryan Giggs kemudian kembali membawa Bale bersama para pemain mudanya di babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Mantan pemain Manchester United tersebut kerap memasang Bale di sayap kanan, berdampingan dengan Daniel James yang menempati sayap kiri. Terbukti, Bale masih cukup tajam dengan raihan dua gol dari delapan penampilannya di babak kualifikasi Grup E.

Sejauh ini, Bale telah tampil sebanyak 79 kali di berbagai ajang bersama timnas Wales. Dari 79 penampilannya tersebut, Bale punya koleksi 32 gol. 28 gol di antaranya lahir di ajang kualifikasi Piala Eropa, Piala Dunia dan juga laga ujicoba. Sementara lima gol lainnya ia ciptakan di turnamen resmi seperti UEFA Euro 2016 dan UEFA Nations League.

Gabung dan menangkan semua taruhan kamu bersama Indoxbet yang merupakan situs judi bola piala eropa 2020 terbaik dan terpercaya. Semua kemenangan kamu akan di bayar oleh indoxbet

  • Comments Off on Profil Gareth Bale Pemain Terbaik Wales di Euro 2020
  • Posted in News

Profil Ciro Immobile Tumpuan Lini Depan Italia di Euro 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Ciro Immobile Tumpuan Lini Depan Italia di Euro 2020 – Setelah absen dari turnamen paling bergengsi antar negara, Piala Dunia edisi tahun 2018, timnas Italia kembali unjuk gigi pada turnamen UEFA Euro 2020, musim panas nanti. Menjadi salah satu tuan rumah, Italia lolos setelah menjuarai Grup J babak kualifikasi Piala Eropa dengan raihan sempurna 30 poin.

Profil Ciro ImmobileKesuksesan Gli Azzuri ini tak lepas dari sosok penyerang fenomenal Lazio saat ini, Ciro Immobile. Bergantian dengan penyerang Torino, Andrea Belotti, Immobile beberapa kali catatkan namanya di papan skor. Sepanjang empat penampilannya bersama Italia, Immobile mampu torehkan tiga gol.

Gol pertama Immobile lahir pada pertandingan lanjutan Grup J babak kualifikasi Euro 2020 melawan Finlandia. Di pertandingan tersebut, ia turut mencetak satu gol dari dua gol yang dicetak Italia. Immobile juga ikut menyumbang dua gol saat Italia memberondong Armenia dengan skor 9-1 dalam laga lanjutan Grup J pada 19 November 2019 kemarin.

Profil Masa Kecil

Ciro Immobile dilahirkan pada tanggal 20 Februari 1990 dari pasangan ayah Antonio Immobile dan ibu Michela Immobile. Immobile lahir di Torre Annunziata, sebuah kota kecil yang terletak di kaki Gunung Vesuvius, Naples, Italia. Sejak kecil, Immobile selalu antusias dalam urusan bermain sepakbola.

Namun, orangtua Immobile tidak punya cukup ruang untuk bermain sepakbola karena. Pada akhirnya orangtua Immobile mengalihfungsikan rumahnya menjadi lapangan sepakbola bagi Immobile. Di rumahnya inilah, Immobile dapat bermain sepakbola dan menendang secara sembarangan.

Akan tetapi, kebiasaan Immobile yang suka menendang bola secara sembarangan membuat orangtuanya khawatir jika nantinya ia akan membahayakan adik kecilnya, Luigi. Kemudian, orangtua Immobile membawa putranya ke lapangan yang lebih terbuka untuk dapat lebih menyalurkan hobinya.

Orangtua Immobile pun memasukkan putranya tersebut ke dalam sekolah sepakbola di kota tersebut, Torre Annunziata ’88 saat usia Immobile baru menginjak lima tahun. Permainan Immobile pun semakin meningkat bersama klub masa kecilnya ini. Di tim inilah ia tumbuh menjadi pesepakbola yang memiliki skill dan finishing mumpuni.

Karir di Level Klub

Sejauh ini, Ciro Immobile dapat dikatakan sudah sangat mengenal karakteristik sepakbola Italia. Pasalnya, sepanjang karirnya, ia sudah pernah bermain untuk sejumlah klub Serie A seperti Juventus, Torino dan klubnya saat ini, Lazio. Selain itu, ia juga pernah merasakan atmosfer Bundesliga dan La Liga saat ia memperkuat Borussia Dortmund dan Sevilla.

Setelah meninggalkan dua klub masa kecilnya, Immobile bergabung bersama Juventus dan membela tim junior. Ia pernah tampil sebanyak lima kali bersama tim senior dan pernah dipinjamkan ke klub lain seperti Siena, Grosseto dan Pescara. Selama masa peminjamannya, Immobile tampil bagus dan akhirnya diboyong Genoa pada tahun 2012.

Immobile membela Genoa selama semusim dan torehkan lima gol dari 34 pertandingan yang ia mainkan. Setelah dibawa kembali oleh Juventus, klub asal Turin tersebut menjualnya ke rival sekota, Torino. Bersama Torino, karir Immobile semakin cemerlang. ia kemudian menjadi pemain Torino ke-2 yang meraih gelar Cappocannoniere, top skorer Serie A, setelah Francesco Graziani.

Selama periode tahun 2014 hingga 2015, Immobile bergabung bersama dua klub di luar Italia, yakni Borussia Dortmund dan Sevilla. Bersama Dortmund, ia mencetak sepuluh gol selama 34 pertandingan. Sementara di Sevilla, Immobile hanya tampil 15 kali dan hanya mengoleksi empat gol.

Sebelum bergabung ke klubnya saat ini, Lazio Immobile dipinjamkan ke Torino lebih dulu selama sisa musim 2015/2016. Pada Juli 2016, barulah ia bergabung dengan Lazio dengan mahar sekitar 8 juta euro. Di tim inilah, Immobile kembali bertransformasi menjadi sosok salah satu penyerang paling ditakuti di seluruh Italia.

Bersama Lazio, Immobile telah persembahkan satu gelar Coppa Italia dan dua piala Supercoppa Italiana. Ia juga menjadi top skorer Serie A pada musim 2017/2018 bersama Mauro Icardi dengan koleksi 29 gol selama semusim. Tercatat hingga kini, 115 gol dan 31 assist telah ia torehkan dalam 165 penampilannya bersama Elang Ibukota di semua kompetisi.

Timnas Italia U-20 dan U-21

Manajer timnas Italia U-20, Francesco Roca adalah manajer pertama yang memberi Immobile kesempatan membela timnas. Roca memanggil Immobile untuk memperkuat tim asuhannya di ajang persahabatan. Sayangnya, dalam dua penampilannya untuk timnas Italia U-20, Immobile gagal membawa kemenangan saat bertemu Jerman U-20.

Selanjutnya, Immobile kembali mendapatkan panggilan bersama timnas Italia di level yang lebih tinggi, yakni U-21. Adalah manajer Pierluigi Casiraghi yang memanggil Immobile, hanya beberapa bulan usai sang pemain dipanggil timnas U-20. Immobile menjalani laga debutnya bersama Italia U-21 di usia 19 tahun, 1 bulan dan 5 hari.

Ketika bermain untuk timnas Italia U-21, Ciro Immobile tercatat tampil di tiga ajang berbeda, Tiga ajang tersebut adalah ajang persahabatan U-21, Babak kualifikasi kejuaraan Eropa U-21 dan ajang UEFA U-21 Championship. Dari tiga kompetisi tersebut, Immobile tampil 16 kali dan berhasil lesatkan delapan gol  dan tiga assist.

Laga debutnya di ajang UEFA U-21 Championship dimulai dengan pertandingan melawan Inggris. Tiga bulan kemudian, ia menyumbang dua gol saat Italia menang 4-0 atas Israel. Sayangnya, Immobile gagal membawa pulang trofi juara setelah ditumbangkan Spanyol di partai pamungkas dengan skor 2-4.

Statistik Bersama Timnas Senior Italia

Beberapa kali bermain bersama tim junior, Immobile akhirnya mendapat panggilan dari tim senior Gli Azzuri di bawah asuhan Cesare Prandelli. Immobile dipanggil untuk pertama kalinya bersama tim senior Italia pada usia 24 tahun dan 13 hari. Laga debutnya bersama tim senior adalah menghadapi Spanyol pada 5 Maret 2014.

Pada Mei 2014, Immobile menjadi satu dari 30 nama pemain yang kemungkinan akan dipanggil oleh Prandelli untuk Piala Dunia 2014. Sebulan berselang, Immobile akhirnya benar-benar menjadi satu dari 23 pemain yang dibawa Italia ke Brazil. Laga debutnya di kompetisi ini terjadi pada saat Italia menang atas Inggris pada pertandingan pembuka Grup D.

Piala Dunia 2014 ini menjadi turnamen pertama bagi Immobile bersama timnas senior Italia. Setelah itu, manajer Italia selanjutnya kembali memasukkan nama Ciro Immobile ke dalam skuad kualifikasi Piala Eropa 2016. Di babak kualifikasi ini, Immobile hanya mampu mencetak satu gol yang membawa Italia menang tipis atas Malta dalam laga lanjutan Grup H.

Mantan manajer Chelsea yang kini menukangi Inter Milan tersebut kemudian memanggil Immobile pada putaran final Euro 2016. Immobile tampil untuk pertama kalinya di kompetisi ini dalam pertandingan Grup E melawan Belgia. Selain di pertandingan tersebut, Immobile juga diturunkan saat Italia kalah 0-1 atas Republik Irlandia.

Perjalanan karir Immobile kembali berlanjut di ajang UEFA Nations League setelah ia gagal membawa Italia tampil di Piala Dunia 2018. Membela Italia di Liga A Grup 3, Immobile hanya tampil dua kali. Selama tampil di ajang Nations League, Immobile membawa Italia menempati urutan ke-2 Liga A Grup 3.

Masih di bawah asuhan manajer yang sama, Roberto Mancini, Immobile kembali dibawa ke dalam skuad Gli Azzuri di babak kualifikasi Euro 2020. Ia menjadi salah satu opsi lini depan selain Andrea Belotti. Di kompetisi ini, ketajaman Immobile tak menurun sedikit pun. Buktinya, penyerang berusia 30 tahun ini masih mampu mencetak tiga gol hanya dalam empat penampilannya. Para Pemain Judi Online pastinya sangat menunggu penampilan dari Striker yang sedang Klopnya ditimnas

Gabung dan menangkan semua taruhan kamu bersama Indoxbet yang merupakan situs judi bola Piala Euro 2020 terbaik dan terpercaya.

  • Comments Off on Profil Ciro Immobile Tumpuan Lini Depan Italia di Euro 2020
  • Posted in News

Profil Cenk Tosun Andalan Turki di Piala Eropa 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Cenk Tosun Andalan Turki di Piala Eropa 2020 – Tim nasional sepakbola Turki kini telah memastikan langkahnya menuju putaran final Piala Eropa atau yang biasa dikenal dengan Euro edisi tahun 2020. Salah satu kunci di balik kesuksesan Turki ini adalah Cenk Tosun. Pemain yang kini memperkuat Crystal Palace  ini mempunyai peran yang sangat penting dalam kesuksesan Turki mencapai putaran final Piala Eropa.

Profil Cenk Tosun Andalan Turki di Piala Eropa 2020

Saat ini Cenk Tosun merupakan pencetak gol terbanyak Turki di babak kualifikasi dengan torehan lima golnya. Dua gol pertama ia cetak saat Turki melibas Moldova pada pertandingan ke-2 Grup H, 26 Maret 2019 kemarin. Menghadapi lawan yang sama di pertandingan ke-6 Grup H, Tosun kembali menyumbang dua gol dalam kemenangan 0-4 Turki atas Moldova.

Ketika Turki menghadapi Albania pada 12 Oktober 2019, Cenk Tosun bahkan menjadi pembeda pertandingan. Saat itu, Turki dan Albania bermain sama kuat dengan tanpa satupun gol yang tercipta hingga 90 menit. Hingga akhirnya, tandukan Cenk Tosun tepat di menit ke-90 hadirkan kemenangan bagi Turki.

Profil Masa Kecil

Cenk Tosun lahir pada tanggal 7 Januari 1991 di Wetzlar, Jerman dari pasangan Selma dan Şenol Tosun. Tosun kecil tumbuh bersama warga etnis Turki yang menetap di Jerman. Bersama ayah, ibu, saudara perempuan dan pamannya, Tosun tinggal di dekat sungai Lahn yang berada di kawasan Wetzlar, Jerman.

Sosok ayah sepertinya sangat berpengaruh dalam perjalanan karir Cenk Tosun. Berkat sang ayah lah, Tosun bisa menjadi seperti sekarang. Dulunya, ayah Cenk Tosun, Şenol Tosun juga bermimpi untuk menjadi pesepakbola. Namun, impian tersebut harus ia kubur dalam-dalam karena keterbatasan ekonomi.

Pada akhirnya, Şenol Tosun berambisi bahwa kelak ia akan mendidik anaknya untuk menjadi pemain hebat. Setiap kali pulang dari bekerja, ia duduk dengan membawa anaknya di samping sang adik, Taner. Saat itulah, Şenol Tosun menonton kaset-kaset yang menunjukkan kehebatan penyerang asal Argentina, Gabriel Batistuta.

Ayah Cenk Tosun berharap bahwa kelak putranya dapat mewarisi kehebatan pemain yang juga kerap dipanggil Batigol tersebut. Kepiawaian Cenk Tosun dalam melakukan tendangan kaki kiri juga merupakan hasil dari didikan ayahnya. Dulu, ayah Tosun seringkali melarang putranya untuk menggunakan kaki kanan, hingga akhirnya, Cenk Tosun pun terbiasa menggunakan kaki kirinya untuk menendang.

Karir Cenk Tosun di Level Klub

Bicara soal pengalaman di level klub, maka Cenk Tosun seharusnya sudah tak perlu diragukan lagi. Sepanjang karirnya, Tosun tercatat sudah pernah bermain di tiga negara berbeda. Pertama, dia pernah bermain di Bundesliga bersama tim Eintracht Frankfurt. Namun, ia hanya tercatat hanya tampil sekali bersama tim senior meski di tim junior ia telah lesatkan 26 gol dari 46 penampilan.

Usai meninggalkan Jerman, Cenk Tosun bergabung bersama klub Turki, Gaziantepspor. Di tim ini, performanya semakin menanjak. Ia sukses mencetak 10 gol dalam 14 pertandingan di liga domestik pada musim perdananya berseragam Gaziantepspor. Tosun mengakhiri karirnya di tim ini dengan koleksi 44 gol dan 23 assist dari 122 penampilannya di semua kompetisi.

Memasuki awal Februari 2014, Cenk Tosun bergabung dengan klub Turki lainnya, yakni Beşiktaş. Selama dua musim awal, Tosun harus bersaing dengan Demba Ba dan Mario Gómez. Namun, di musim 2016/2017, Tosun akhirnya mampu skuad utama. Di tahun 2018, ia meninggalkan Turki dengan statistik 80 gol di ajang Süper Lig Turki.

Awal tahun 2018, Cenk Tosun mengawali karirnya di liga yang disebut paling kompetitif di dunia, Premier League bersama tim asal Merseyside, Liverpool. Pada awalnya, keputusan klub mendatangkan Tosun sempat mendapat kritikan dari sejumlah fans. Namun, Tosun berhasil menjawab keraguan para fans tersebut dengan membantu The Toffees finish di urutan ke-8.

Kepergian Sam Allardyce dan kedatangan manajer anyar, Marco Silva membuat tempat Cenk Tosun di tim utama tergusur. Ia kemudian dipinjamkan ke Crystal Palace selama sisa musim 2019/2020 ini. Tosun mencetak gol perdananya saat The Eagles menahan imbang Manchester City dengan skor 2-2 pada tanggal 18 Januari 2020 kemarin.

Timnas Junior Jerman

Beberapa tahun ini, nama Cenk Tosun memang erat kaitannya dengan timnas Turki. Namun, Cenk Tosun mengawali debut internasionalnya bersama timnas Jerman. Tosun bermain pertama kalinya untuk timnas Jerman U-16 hingga timnas Jerman U-21. Ia memulai laga debutnya di babak kualifikasi UEFA European Under-19 Championship melawan Luksemburg.

Tosun mencetak dua gol untuk timnas Jerman saat der Panzer muda menang 5-0 atas Moldova dan mencetak gol hiburan saat Jerman kalah 2-1 atas Turki. Ia juga mencetak hattrick saat Jerman menang 4-1 atas Polandia di babak Elite Round. Sayangnya, Tosun tak mampu membawa Jerman lolos ke putaran final turnamen ini.

Setelah membela timnas Jerman U-19, Cenk Tosun dipromosikan ke level yang berada di atasnya, yakni timnas Jerman U-21. Ia melakoni laga debutnya bersama Jerman U-21 saat tim ini menang dengan skor 2-0 dalam laga kandang melawan timnas Inggris pada tahun 2010. Tosun mencetak satu gol di laga ini melalui eksekusi penalti yang merupakan gol ke-2 bagi timnya.

Perjalanan Karir Bersama Timnas Turki

Pasca bermain bersama timnas Jerman, Cenk Tosun memulai karirnya bersama tim nasional Turki pada tahun 2013. Tosun tampil pertama kalinya untuk Turki di ajang International Challenge Trophy, turnamen bagi para pemain yang belum berpengalaman membela timnas. Setelah membawa Turki juara di ajang ini, Cenk Tosun mendapat panggilan dari tim senior.

Bersama tim senior, ia memulai laga debutnya dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia tahun 2014 melawan Belanda di Istanbul. Gol internasional pertamanya untuk tim senior Turki lahir pada 13 November 2015 saat timnya menang di markas Qatar. Setelahnya, Cenk Tosun menjadi salah satu dari 23 pemain yang dibawa manajer Fatih Terim ke ajang Euro 2016.

Ia mengawali perjalanannya di Euro 2016 bersama Turki dengan bermain selama 69 menit melawan Kroasia. Di pertandingan ke-2 fase grup melawan Spanyol, ia hanya menjadi penghias bangku cadangan. Sementara di pertandingan terakhir, ia hanya tampil satu menit dan tak mampu membawa Turki melangkah ke babak selanjutnya.

Dua tahun berselang, ia ikut tampil dalam ajang UEFA Nations League di Liga B Grup 2. Selama bermain di turnamen ini, ia telah tampil sebanyak empat kali dan catatkan satu gol. Dalam turnamen baru UEFA ini, Turki hanya menang sekali di Liga B Grup 2 dan finish di urutan ke-3 di bawah Swedia dan Rusia.

Selepas turnamen UEFA Europa League, Cenk Tosun kembali memperkuat Turki di ajang kualifikasi Piala Eropa 2020. Saat ditunjuk sebagai kapten tim dalam pertandingan Grup H melawan Andorra, ia mencetak empat gol. Sayangnya, dalam dua pertandingan terakhir Grup H, Cenk Tosun tidak dibawa dalam skuad karena dilaporkan sedang cedera.

Sepanjang babak kualifkasi, Cenk Tosun hampir selalu menjadi pilihan manajer Şenol Güneş di lini depan timnya. Penampilan pemain berusia 28 tahun ini terbilang cukup bagus dengan raihan lima golnya dan menjadi top skorer Turki di ajang ini. Untuk setiap golnya, Tosun hanya butuh waktu rata-rata 92 menit.

Gabung dan menangkan semua taruhan kamu bersama Indoxbet yang merupakan situs agen judi bola EURO 2020 terbaik dan terpercaya.

  • Comments Off on Profil Cenk Tosun Andalan Turki di Piala Eropa 2020
  • Posted in News