Profil Christian Eriksen Playmaker Denmark di Euro 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Christian Eriksen Playmaker Denmark di Euro 2020 – Denmark sudah memastikan tempat untuk berlaga di ajang Piala Eropa 2020. Mereka akan bergabung di grup B bersama dengan Finlandia, Belgia dan Rusia. Tentunya Denmark Harus bersaing bersama dengan tim lainnya di grup B demi lolos ke fase berikutnya. Keberhasilan Denmark lolos ke piala Eropa 2020 tak lepas dari peran penting sang playmaker Christian Eriksen. Selama babak kualifikasi Eriksen tampil begitu luar biasa bersama dengan Timnas Denmark.

Profil Christian Eriksen

Perjalanan Denmark di Kualifikasi Piala Eropa 2020

Denmark selalu menjadi Tim kuda hitam di ajang Piala Eropa. Dan pada ajang tersebut di tahun ini, Denmark diprediksi akan kembali menjadi Tim kuda hitam. Kehadiran beberapa pemain penting seperti Kasper Dolberg, Andersen dan Eriksen membuat mereka percaya diri untuk lolos ke fase berikutnya.

Di babak kualifikasi sendiri Denmark lolos sebagai runner-up grup D. Mereka bergabung bersama dengan Swiss, Irlandia, Georgia dan Gibraltar. Selama babak kualifikasi Denmark tidak mengalami satupun kekalahan.

Dari delapan pertandingan yang mereka jalani, Denmark mampu mengumpulkan total enam belas poin. Torehan tersebut mereka capai dengan empat kemenangan dan empat kali imbang tanpa mengalami kekalahan sama sekali.

Bicara soal produktivitas Denmark menjadi tim paling produktif di grup D. Mereka mampu melesatkan total dua puluh tiga gol selama babak kualifikasi. Tentunya catatan tersebut menunjukkan agresivitas Lini depan dari Denmark.

Sedangkan Lini belakang mereka terbilang cukup kokoh. Denmark hanya kebobolan sebanyak 6 gol selama babak kualifikasi. Akan tetapi, Lini belakang mereka masih kalah impresif dari penghuni grup D lainnya, Irlandia.

Statistik Eriksen Bersama Denmark di Piala Eropa 2020

Bersama dengan Timnas Denmark Eriksen merupakan sosok yang sangat penting selama babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Oleh karena itu, dirinya akan tetap menjadi pemain andalan bagi Timnas Denmark di Piala Eropa yang akan datang.

Eriksen sering membantu Denmark dalam membangun serangan. Bahkan terkadang dirinya mampu menciptakan gol bagi tim berjuluk dynamite tersebut. Sepanjang babak kualifikasi Piala Eropa, Christian Eriksen tampil sebanyak delapan kali.

Dalam delapan pertandingan yang dijalani Christian Eriksen bersama dengan Denmark, dirinya mampu mengemas lima gol. Dirinya juga mampu mengemas empat assist bersama dengan Timnas Denmark di kualifikasi Piala Eropa.

Melihat statistik tersebut tentunya terlihat bahwa peran dari Christian Eriksen begitu vital bagi Lini tengah Denmark. Visi permainan dari Christian Eriksen sendiri dinilai begitu penting bagi permainan Denmark.

Profil Christian Eriksen

Pada 28 tahun silam lahir seorang pesepak bola asal Denmark yang bernama lengkap Christian Dannemann Eriksen. Dirinya dilahirkan oleh sepasang kekasih yang bernama Thomas Eriksen dan Dorthe Eriksen.

Eriksen lahir pada tanggal 14 Februari 1992 di kota Middlefart, Denmark. Eriksen sejatinya adalah sosok yang pemalu serta penyendiri. Walaupun begitu dirinya sejak kecil memang sudah memiliki mimpi menjadi pesepak bola terkenal.

Eriksen memulai mimpinya sebagai pesepakbola sejak dirinya hampir menginjak usia 3 tahun. Saat itu sang pemain bergabung dengan salah satu akademi di kota kelahirannya, Middlefart. Dirinya bergabung dengan akademi Middlefart G&BK pada tahun 1995.

Eriksen menimba ilmu bersama Middlefart G&BK kurang lebih selama 10 tahun lamanya. Mimpinya menjadi pesepak bola terkenal terus berlanjut hingga akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan Odense Boldklub.

Tentunya kepindahan Eriksen ke Odense Boldklub karena dirinya ingin mencari tantangan baru sebagai seorang pesepakbola. Bersama dengan klub barunya Eriksen berkompetisi di sebuah turnamen sepak bola anak-anak.

Dan saat itu Eriksen mampu membawa klub masa kecilnya sampai babak semifinal. Berkat penampilannya yang luar biasa, bakatnya tercium oleh beberapa pemandu bakat klub top Eropa. Pada usianya yang ke-15 tahun dirinya bahkan sempat berlatih bersama 3 klub raksasa Eropa, klub tersebut adalah Chelsea, AC Milan dan Barcelona.

Ketika mendengar ketika klub tersebut meminati dirinya, Eriksen selalu berlatih keras. Bahkan ketika cuaca tidak mendukung dirinya tetap melakukan latihan demi meningkatkan permainannya. Bahkan sebelum tidur, Eriksen selalu menonton video pemain sepak bola hebat seperti Ryan Giggs, David Beckham dan Zinedine Zidane.

Eriksen selalu ingin bermain seperti ketiga nama tersebut. Ia yakin dengan bakat yang dimilikinya, dirinya mampu bermain seperti 3 legenda sepak bola tersebut.

Christian Eriksen Harus Menerima Kenyataan Pahit Sebagai Pesepakbola

Eriksen harus menerima kenyataan yang sangat pahit kala itu. Dirinya harus menerima penolakan ketika menjalani pelatihan dengan Chelsea, AC Milan maupun Barcelona. Dirinya gagal total, kemampuannya dinilai biasa saja dan tidak memberikan kesan kepada ketiga klub tersebut.

Dari ketiga penolakan tersebut sang ayah menyebut bahwa Chelsea lah yang paling menyakitkan. Chelsea menyebut bahwa Eriksen terlalu lemah dan tidak terlalu bagus. Tentunya komentar tersebut membuat sang ayah marah.

Tak lama setelah itu Chelsea kembali memberikan penawaran terhadap Christian Eriksen. Akan tetapi sang ayah langsung menolak penawaran tersebut, dan menilai Chelsea bukanlah tim yang cocok bagi sang anak.

Ajax Selamatkan Eriksen Dari Kenyataan Pahit

Pada tahun 2008, Ajax Amsterdam datang untuk memberikan penawaran kepada Eriksen. Dan pada akhirnya 1 Januari 2009, Eriksen resmi membela Ajax Amsterdam. Dirinya menimba ilmu di tim muda Ajax, hingga akhirnya dipercaya untuk mengisi skuad utama.

Bersama dengan Ajax, Eriksen mampu memberikan kontribusi yang luar biasa. Dirinya bahkan mampu menyabet gelar pemain terbaik Denmark di tahun 2011. Selain itu dirinya mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik Liga Belanda.

Dirinya mampu mempersembahkan trofi Eredivisi tiga musim berturut-turut bersama Ajax Amsterdam. Tepatnya pada musim 2010/2011, 2011/2012, 2012/2013, 3 gelar tersebut menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain yang berkualitas.

Performa gemilangnya membuat salah satu klub Liga primer Inggris, Tottenham Hotspurs berminat untuk mendatangkannya. Tottenham resmi mendatangkan Eriksen pada tahun 2013 dengan nilai mencapai 11,5 juta euro.

Menjadi Pemain Kunci Bagi Tottenham Hotspur

Bersama dengan Tottenham, dirinya mulai menjadi pesepakbola terkenal. Eriksen bahkan menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia sepak bola. Visi permainannya kerap kali menjadi kunci bagi Tottenham untuk meraih kemenangan.

Bahkan Eriksen dianggap sebagai pemain terbaik bagi Tottenham dalam beberapa musim terakhir. Eriksen diandalkan sebagai pengatur serangan Tottenham kala itu. Umpan-umpan akuratnya seringkali memanjakan para penyerang dari Tottenham.

Pemain asal Denmark tersebut benar-benar menjadi pemain penting bagi tim asal Inggris tersebut. Hingga akhirnya dirinya mendapat penawaran dari beberapa klub top Eropa seperti Barcelona, Juventus dan bahkan Real Madrid.

Namun Eriksen memutuskan untuk mengakhiri kerjasamanya bersama dengan Tottenham pada bursa transfer musim dingin 2020. Dirinya memutuskan untuk berlabuh dengan Inter Milan dengan nilai transfer sebesar 20 juta euro.

Tottenham melepas dirinya ke Inter Milan dengan alasan sang pemain menjadi biang keladi atas buruknya performa Tottenham di liga Premier Inggris. Selain itu, kontraknya akan habis di akhir musim membuat Tottenham harus melepasnya lebih awal.

Bersama dengan Inter Milan tantangan baru tentunya akan dimulai oleh Eriksen. Di bawah asuhan manajer Inter Milan saat ini Antonio Conte, dirinya diharapkan mampu memberikan perubahan di Lini tengah Inter Milan.

Mainkan Piala Eropa Euro 2020 di Indoxbet yang merupakan situs judi bola piala eropa 2020 terbaik dan terpercaya.

  • Comments Off on Profil Christian Eriksen Playmaker Denmark di Euro 2020
  • Posted in News

Comments are closed.