Profil Granit Xhaka Andalan Swiss di Piala Eropa 2020

February 26th, 2020 by staroverlondon

Profil Granit Xhaka Andalan Swiss di Piala Eropa 2020 – Swiss kini telah memastikan diri melangkah ke putaran final Piala Eropa 2020 yang akan digelar di 12 kota dari 12 negara, musim panas nanti. Tim yang dinahkodai Vladimir Petković ini telah mengunci satu tiket ke Euro 2020 usai menjuarai Grup D babak kualifikasi. Nantinya, Swiss akan ditempatkan di Grup A, bersama Italia, Turki dan Wales.

Bicara soal Swiss, tak bisa dipungkiri bahwa salah satu pemain yang berperan penting adalah Granit Xhaka. Sejak tahun 2011, Xhaka tercatat sudah menjadi salah satu andalan tim berjuluk Rossocrociati ini. Di babak kualifikasi Euro 2020 sendiri, gelandang Arsenal tersebut sudah mengemas dua gol dari delapan penampilannya di Grup D.

Gawang Denmark menjadi gawang pertama yang dijebol Xhaka di babak kualifikasi kemarin. Ia menyumbang satu gol saat timnas Swiss ditahan imbang Denmark dengan skor 3-3 secara dramatis. Gol ke-2 nya kemudian lahir dalam pertandingan melawan Gibraltar saat Swiss menang besar 1-6 atas tim juru kunci Grup D tersebut.

Kehidupan Masa Kecil

Basel, adalah tempat di mana Granit Xhaka dilahirkan dan dibesarkan. Xhaka lahir di kota ini pada tanggal 27 September 1992. Keluarganya adalah orang Albania dari daerah Kuršumlija, bagian dari Republik Federal Sosialis Yugoslavia, atau sekarang dikenal dengan Serbia. Saat kecil, ia tumbuh bersama kakak laki-lakinya yang bernama Taulant Xhaka, pemain yang saat ini membela Basel dan timnas Albania.

Semasa kecil, Xhaka harus menerima kenyataan yang cukup berat. Ayahnya yang bernama Ragip adalah seorang tahanan politik. Dahulu, ayah Xhaka ditahan karena mengikuti demonstrasi menentang pemerintah pada tahun 1986. Kemudian, Ragip dijatuhi hukuman enam tahun penjara, namun, ia kemudian dibebaskan pada tahun 1990.

Setelah mengalami masa-masa sulit, keluarga Xhaka kemudian pindah dari Podujevo, Kosovo ke Swiss di tahun yang sama dengan tahun dibebaskannya ayah Xhaka. Bersama Thaulant Xhaka, Granit Xhaka mengawali karir juniornya di Concordia Basel. Kakak-beradik ini bermain di Concordia Basel pada periode tahun 2002.

Selama beberapa tahun berikutnya, Xhaka tercatat membela beberapa klub junior Basel. Saat bersama Basel pula, ia beberapa kali dipanggil oleh timnas Swiss level junior, yakni Swiss U-21. Hingga di awal musim 2010-2011, atas kegemilangannya di tim junior, Xhaka mendapat kepercayaan untuk memperkuat tim utama Basel.

Karir di Level Klub

Sejak awal musim 2010-2011, Granit Xhaka memulai petualangan barunya bersama tim senior Basel. Debut pertama Xhaka terjadi saat Basel bertemu klub Hongaria, Debrecen dalam laga tandang babak kualifikasi Liga Champions. Selama berseragam Basel Xhaka mempersembahkan gelar Swiss Super League secara back-to-back serta gelar Swiss Cup.

Setelah tampil sebanyak 67 kali bersama Basel di semua kompetisi, Xhaka hengkang ke Borussia Mönchengladbach pada 2012. Klub asal Jerman tersebut menawarinya kontrak selama lima tahun setelah menebus Xhaka dengan mahar sekitar 8 juta euro. Namun, pada musim perdananya bersama Gladbach, Xhaka hanya mampu mencetak satu gol dari 29 penampilan di semua kompetisi.

Gladbach sepertinya menjadi tim yang membuat jiwa kepemimpinan Xhaka semakin tumbuh. Pasalnya, Xhaka kerap kali dipercaya menjadi kapten bersama tim berjuluk Die Fohlen ini. Sebelum pindah ke Arsenal di awal musim 2016-2017, Xhaka tercatat punya torehan sembilan gol dan delapan asisst dari 140 penampilannya bersama Gladbach.

Awal musim 2016-2017, Xhaka mulai bergabung dengan klub Inggris, Arsenal setelah ditebus dengan nilai sekitar 30 juta poundsterling. Pada musim pertamanya bersama Meriam London, Xhaka mempersembahkan gelar FA Cup dan Community Shield. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2019, Xhaka dipercaya oleh manajer baru Arsenal, Unai Emery untuk menjadi kapten menggantikan Laurent Koscielny.

Namun, setelah terlibat perseteruan dengan para fans, jabatan kapten Arsenal yang diemban Xhaka kini telah dicopot. Setelahnya, penyerang asal Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang secara resmi ditunjuk sebagai kapten baru Meriam London. Sejak saat itu pula, karirnya di Emirates terancam dan tengah diisukan akan segera meninggalkan London.

Kini, di bawah asuhan manajer Arsenal yang baru, yakni Mikel Arteta, posisi Xhaka juga disebut sedang terancam. Ia diisukan akan segera dilepas Arsenal pada jendela transfer musim panas nanti. Ini artinya, Granit Xhaka kemungkinan akan meninggalkan London usai memperkuat Swiss di ajang Piala Eropa 2020 mendatang.

Penampilan Xhaka Bersama Timnas Junior Swiss

Tercatat sejak tahun 2008 hingga sekarang, Granit Xhaka telah mendapat panggilan dari timnas Swiss, baik di level junior, maupun level senior. Xhaka pertama tampil untuk negaranya di level timnas Swiss U-17. Golnya di partai puncak Piala Dunia U-17 tahun 2009 melawan Nigeria menjadi penentu langkah Swiss dalam menggondol gelar juara ajang ini.

Xhaka kemudian kembali mendapat kesempatan setelah dipanggil oleh skuad timnas Swiss U-21 asuhan Pierluigi Tami. Sebelumnya, Xhaka juga telah tampil memukau dengan torehan tiga gol dari sepuluh laga bersama timnas Swiss U-19 asuhan Martin Trümpler. Bersama skuad Swiss U-21, Xhaka dibawa untuk bermain di babak kualifikasi dan putaran final UEFA U-21 Championship.

Di ajang ini, armada Pierluigi Tami tampil begitu perkasa dengan menjuarai Grup A dengan raihan sembilan poin. Mereka berhasil mengalahkan Belarus, Islandia dan Denmark. Babak semifinal melawan Republik Ceko pun berhasil dilalui Rossocrociati muda dengan baik. Namun, di partai puncak, Swiss harus takluk di tangan Spanyol dengan kekalahan 0-2.

Tim Nasional Senior Swiss

Usai beberapa kali tampil di level junior, Granit Xhaka kemudian mendapat panggilan pertama untuk timnas senior Swiss pada 2011, di bawah asuhan Ottmar Hitzfeld. Sebelumnya, Xhaka sempat dilanda dilema ketika ia harus memilih untuk memperkuat Swiss ataupun memperkuat Albania bersama sang kakak, Thaulant.

Karena Swiss disebut lebih tertarik, Xhaka akhirnya memilih untuk bermain bersama tim ini. Debutnya untuk Swiss terjadi pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2012 melawan Inggris pada Juni 2011. Kemudian, ia terpilih dalam skuad Olimpiade 2012. Namun, ia lebih memilih menetap bersama klub barunya, Gladbach untuk pertandingan pra-musim.

Tiga tahun berselang, Xhaka yang membawa Swiss lolos ke Piala Dunia 2014 ikut dibawa Otmar Hitzfeld dalam skuadnya untuk putaran final di Brazil. Selama menjalani fase grup, Xhaka selalu dimainkan. Namun, langkah Swiss di turnamen empat tahunan ini harus terhenti di tangan Argentina pada babak 16 besar.

Dua tahun setelahnya, Xhaka kembali terpilih untuk mewakili negaranya di ajang Euro 2016. Di laga pembuka, Xhaka bermain menghadapi Albania, tim nasional yang dibela Thaulant Xhaka. Sepanjang turnamen, Xhaka selalu dimainkan. Namun lagi-lagi, langkah Swiss harus terhenti di babak 16 besar setelah takluk dalam drama adu penalti melawan Polandia.

Berikutnya, Xhaka kembali mendapat kepercayaan untuk tampil di ajang Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League. Seakan sudah menjadi tradisi, Swiss lagi-lagi gagal melewati babak 16 besar setelah disingkirkan Swedia. Namun, di ajang Nations Cup, Swiss mampu menjuarai Liga A Grup 2 dengan sembilan poin, berada di atas Belgia dan Islandia.

Hampir sepuluh tahun membela Swiss, Xhaka kini sudah tampil 82 kali dan menorehkan 12 gol di setiap kompetisi yang telah ia ikuti. Kini, pemain yang berposisi sebagai midfielder ini menjadi harapan baru Swiss asuhan Vladimir Petković. Dengan hadirnya Xhaka, Swiss diharapkan mampu setidaknya melewati babak 16 besar Piala Eropa 2020 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Gabung dan menangkan semua taruhan kamu bersama Indoxbet yang merupakan situs judi bola EURO 2020 terbaik dan terpercaya.

  • Comments Off on Profil Granit Xhaka Andalan Swiss di Piala Eropa 2020
  • Posted in News

Comments are closed.